Mahasiswa Jateng Bertemi Ganjar Pranowo (Foto: Twitter/Istimewa)

Apresiasi Untuk Mahasiswa Jateng Sebagai Otokritik Untuk Pemerintah

Bagikan dengan:

Sebagai seorang mahasiswa saya merasakan betul terhadap banyakya tugas-tugas dari pembelajaran online dimasa pandemi Covid-19 sekarang ini. Belum lagi para mahasiswa Jateng itu mungkin ada yang sambil kerja dan sebagainya tentu tugasnya semakin berat saja. Semoga mereka terbantu dengan adanya program KIP Kuliah.

Masalah pandemi Covid-19 ini memang sangat membingungkan, karena semua orang melawan ketidak jelasan. Musuh yang tidak jelas keberadaannya, penyakit yang tidak jelas apakah inveksi Covid-19 atau bukan karena kurangnya alat tes yang memastikan itu.



Hari ini saya membuka media sosial Twitter yang dipenuhi dengan Hastag Mahasiswa Jateng ditwit oleh 8.000 pengguna Twitter bahkan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Sungguh luar biasa.

Sedikit menyambung tulisan dari apa yang yang dituliskan oleh Pak Ganjar. Ia mengatakan “Jateng Memanggil!

Teman-teman aktivis mahasiswa dari 6 organ kelompok Cipayung (GMNI, IMM, HMI, PMII, KAMMI, PMKRI) ini bersepakat membantu rakyat. Seluruh mahasiswa se Jateng juga bisa ikut terlibat. Bergerak sekarang!,” tulisnya dengan mencantumkan Hastag Mahasiswa Jateng dan melampirkan sebuah foto.

Bagi saya pribadi, apresiasi tersebut pantas diberikan kepada para Mahasiswa Jateng atas apa yang dilakukan mereka dengan aksi nyatanya membantu masyarakat bukan hanya sebagai penyambung lidah tapi betul-betul mendampingi masyarata sebagai Agent Of Change.



Apa yang dilakukan oleh Mahasiswa Jateng itu dalam benak pikir saya tentu perlu menjadi cermin bagi pemerintah, sudah bukan lagi saatnya pemerintah menyakiti hati masyarakat dengan berbagai kebijakan yang tidak jelas bahkan hingga merugikan.

Yang dimaksud merugikan disini, tentu saya secara pribadi masih menyesalkan dengan yang dilakukan oleh para kabinet karena telah menggores hati masyarakat dengan mencuri (korupsi) Dana Bantuan Sosial.

Meski itu sudah lama, tentunya sudah harus menjadi evaluasi bagi para pemangku kebijakan di negara ini untuk bekerja dan berbakti lebih kepada masyarakat dan bangsa ini. Jika tidak mau berbakti ya jangan berada di wilayah publik.



Tulisan ini masih banyak kekurangan untuk memberikan apresiasi kepada Mahasiswa Jateng, namun ini sebagai uncapan terima kasih atas nama masyarakat kepada Mahasiswa Jateng. Terima kasih.


Bagikan dengan:
__Terbit pada
29/07/2021
__Kategori
Ngotak