Aspirasi, Bikini Hingga Hukum Penjara

Bagikan dengan:

Aku ngakak sekali liat media dalam dua hari ini, dimana ada orang yang menyampaikan aspirasi dengan cara yang HOT, hingga dilakukan penangkapan bahkan beberapa media ada yang mengatakan ancaman penjara selama 10 tahun.

Biar tulisan ini nggak jadi masalah, aku sebut saja penyampai aspirasi itu dengan nama Mawar (tidak menyamakan nama itu dengan kasus-kasus seksual yang diilustrasikan oleh media kebanyakan).

Bukan sekali atau dua kali para pablik figur di Indonesia ini kreatif dalam menyampaikan isi kepalanya kepada publik. Bahkan dengan cara apapun.

Bukan hanya publik figur bahkan para pemandu karaoke juga sempat melakukan aksi protes untuk meminta pemerintah membuka lagi usaha-usaha hiburan malam setelah dilakukan lockdown (cari aja referensinya, lagi males backlink).

Nah diindonesia, budaya menyampaikan aspirasi yang dilakukan Mawar itu apakah pernah dilakukan sebelumnya? Dan kenapa pak Linmas (sebutan untuk penegak keamanan) menangkap doi, bahkan ada ancaman 10 tahun penjara.

Dalam kasus ini, jika dicari sisi kesalahannya, siapa yang salah?

Masyarakat Jenuh dengan PPKM

PPKM dengan berbagai versinya hingga namanya dari jaman Lockdown juga gitu-gitu aja, apakah bisa menyelesaikan masalah dan meminimalisir penyebaran Covid-19?

Jika dibilang pantas, ya memang pantas Mawar dengan pikiran stressnya (mungkin, karena PPKM) melakukan aksi menyampaikan senekat itu.

Pak Linmas tolonglah, ambil jalan tengahnya, jangan kemudian memutuskan untuk menghukum pelakunya lalu aspirasinya tidak ada hasil apapun. Kata mamaku itu jelek dan semuanya jelek.

Kebanyakan para pelaku aksi ataupun demokrasi, ingin aspirasinya itu didengar (dan memang harus begitu) bisa melalui audiensi dan sebagainya.

Baca di media kok nggak ada yang mengabarkan Mawar audiensi dengan pemerintah menggunakan bikini. Jika tidak pantas, kan bisa dibajuin. Lagi-lagi jangan orangnya dihukum aspirasinya tidak didengarkan.

Duh, susah juga untuk menuliskan isi kepala sebagai penengah dari kedua belah pihak itu. Memang susah sih untuk berlaku bijak, makannya jangan seenaknya membuat kebijakan.

Disklaimer: saya tidak menghindahkan siapapun, cara menyampaikan aspirasi Mawar salah, lebih salah lagi jika Mawar dihukum penjara namun aspirasinya tidak dipertimbangkan.


Bagikan dengan:
__Terbit pada
05/08/2021
__Kategori
Ngotak