Cyberbullying

Bagaimana Cara Melaporkan Cyberbullying? Simak Ini

Bagikan dengan:

Mungkin Anda bertanya, kepada siapa Saya harus berbicara jika seseorang mem-bully saya secara online? Mengapa melapor itu penting?

Dikutip dari laman Unicef, jika Anda merasa sedang di-bully, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mencari bantuan dari seseorang yang Anda percaya seperti orang tua, anggota keluarga terdekat atau orang dewasa terpercaya lainnya.

Di sekolah, Anda bisa menghubungi guru yang Anda percaya seperti guru BK, guru olahraga, atau guru mata pelajaran.

Dan jika Anda merasa tidak nyaman berbicara dengan seseorang yang Anda kenal, hubungi Telepon Pelayanan Sosial Anak (TePSA) di nomor telepon 1500 771, atau nomor handphone/Whatsapp 081238888002 dan Anda bisa ngobrol dengan konselor profesional yang ramah!

Jika bullying terjadi di media sosial, Anda bisa memblokir akun pelaku dan melaporkan perilaku mereka di media sosial itu sendiri. Media sosial berkewajiban menjaga keamanan penggunanya, loh.

Mengumpulkan dan menyimpan bukti-bukti bisa membantumu nanti untuk menunjukkan apa yang telah terjadi – misalnya seperti pesan dalam chatting dan screenshot postingan di media sosial.

Agar bullying berhenti, kuncinya ialah perlu diidentifikasi dan dilaporkan lebih lanjut. Hal ini juga dapat menunjukkan kepada pelaku bully bahwa tindakan mereka tidak dapat diterima.

Jika Anda berada dalam keadaan bahaya saat itu juga, maka Anda harus menghubungi polisi atau layanan darurat, seperti berikut:

1. Ambulan: 118 atau 119
2. Polisi: 110
3. Pemadam Kebakaran: 113 atau 1131
4. Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas): 115

Facebook/Instagram: Jika Anda di-bully secara online, kami mendorongmu untuk membicarakannya dengan orang tua, guru, atau seseorang yang Anda percaya – Anda punya hak untuk merasa aman. Melaporkan tindakan bullying secara langsung sangat dimudahkan di Facebook maupun Instagram.

Anda selalu dapat mengirim laporan (secara anonim) mengenai postingan, komentar, atau story yang tidak menyenangkan di Facebook maupun Instagram.

Facebook maupun Instagram memiliki tim yang selalu melihat laporan-laporan ini selama 24 jam di seluruh dunia dalam lebih dari 50 bahasa, dan postingan apa pun yang bersikap kasar, mengganggu, atau membully akan segera dihapus. Laporan-laporan ini selalu anonim (atau tidak diperlihatkan siapa yang melapor).

Kami punya panduan di Facebook yang dapat mengarahkanmu untuk melalui proses penanganan bullying – atau apa yang harus dilakukan jika Anda melihat seseorang dibully.

Di Instagram, kita juga punya Panduan untuk Orang Tua yang memberikan rekomendasi untuk orang tua, wali, dan orang dewasa terpercaya tentang cara menyikapi cyberbullying, dan sebuah central hub dimana Anda bisa mempelajari tentang perangkat keamanan Instagram.

Twitter: Jika Anda pikir bahwa Anda sedang dibully, hal terpenting adalah memastikan dirimu aman. Sangat penting untuk memiliki seseorang untuk diajak bicara tentang apa yang sedang Anda alami. Bisa saja seorang guru, orang dewasa terpercaya lainnya, atau orang tua. Bicaralah dengan orang tua dan temanmu tentang apa yang harus dilakukan jika Anda (atau seorang teman) sedang mengalami cyberbullying.

Kami mendorong setiap orang untuk melaporkan akun yang melanggar aturan. Anda bisa melakukan ini melalui halaman Pusat Bantuan atau mengklik pilihan “Laporkan Tweet” pada Tweet seseorang.

Bully.id: Anda juga dapat menghubungi konselor Bully.id Indonesia secara online, dimana konselor, psikolog dan pengacara (lawyer) berlisensi dapat mendengarkan dan memberikan dukungan yang dibutuhkan, baik via live chat, audio maupun video call.

Jika Anda masih berusia di awah 18 tahun, silakan minta bantuan orang dewasa untuk mengakses webnya ya.


Bagikan dengan:
__Terbit pada
06/04/2021
__Kategori
Ngotak