Bullying

Cara Membedakan Antara Bullying dan Candaan di Medsos

Bagikan dengan:

Internet atau lebih tepatnya Media Sosial tak jarang digunakan sebagai media untuk lelucon atau candaan, dalam mengisi waktu rehat kebanyakan pengguna.

Pun demikian, konten-konten bodoran yang mengundang banyak tawa sering kali ditemukan di berbagai platform seperti Facebook, Twitter Instagram hingga platform Youtube.

Ditambah lagi, kalau kita sendiri memiliki followers atau pertemanan di media sosial yang suka bercanda.

Namun, beranjak dari situ, karena kebanyakan interaksi di medsos tak seperti interaksi yang biasa kita lakukan di dunia nyata, akhirnya banyak kejadian-kejadian yang mengakibatkan kesalahpahaman.

Kesalahpahaman yang dimaksud disini adalah antara bully-an dan atau candaan. Itu sering terjadi bahkan pengaruhnya di dunia nyata sangat besar. Apalagi kalau kita menggunakan status media sosial sebagai sarana untuk saling menyindir.

Gimana sih perbedaan antara bully-an dan candaan?

Semua teman suka bercanda dengan satu sama lain, tetapi kadang-kadang sulit untuk mengatakan apakah seseorang hanya sedang bersenang-senang atau mencoba menyakitimu, terutama saat di internet. Kadang-kadang mereka akan menertawakannya dengan mengatakan “cuma bercanda kok,” atau “jangan dianggap serius dong.”

Tetapi kalau kamu merasa terluka atau berpikir sepertinya mereka ‘menertawakanmu’ bukan ‘tertawa bersamamu’, maka lelucon atau candaannya mungkin sudah terlalu jauh.

Kalau itu terus berlanjut bahkan setelah kamu meminta orang itu untuk berhenti dan kamu masih saja merasa kesal tentang hal itu, maka ini bisa jadi adalah bullying.

Dan ketika bullying terjadi secara online, ini dapat menarik perhatian yang tidak diinginkan dari berbagai orang termasuk orang asing yang tidak kamu kenal.

Di mana pun itu terjadi, jika kamu tidak nyaman dengan hal itu, kamu perlu melakukan pembelaan.

Katakan apa yang kamu inginkan – jika kamu merasa tidak senang dan tetap saja tidak berhenti, maka ada baiknya kamu mencari bantuan.

Menghentikan cyberbullying bukan hanya tentang mengungkapkan siapa saja para pelaku bully, namun juga tentang menekankan bahwa semua orang berhak untuk dihormati – baik di dunia maya maupun di dunia nyata.


Bagikan dengan:
__Terbit pada
18/03/2021
__Kategori
Ngotak