solahudin.com

Dokumentasikan Perjalanan Masa Muda

Bagikan dengan:

Aku sangat salut pada orang-orang yang suka menuliskan pengalaman, perasaan dari kisah hidupnya dalam sebuah Diary. Bayangkan, jika dia menulis Diary dari usia sekolah SMP, di umur 40 tahun saja mungkin akan sangat banyak sekali buku-buku yang sudah ia tulis.

Secara logika saja, tidak ada hari tanpa perasaan, tanpa pengalaman baru yang dialaminya. Minimal dia bisa menuliskan satu hingga dua lembar tulisan dalam kertas ukuran A4.



Mudah memang memperkirakan seperti ini, aku sendiri belajar seperti ini karna memiliki tekanan sebagai seorang Jurnalis. Untuk terus menuliskan segala kejadian, kegiatan, hingga menuliskan kebijakan-kebijakan pemerintah baik itu tulisan kritis maupun bersipat sosialisasi.

Sebuah kebanggaan memang hidup di media online ketika tulisanku yang masih banyak typo nya masuk dalam jajaran trending topik mesin pencarian terbesar di dunia (Google). Dibaca oleh ratusan ribuan orang bisa mengisi otak-otak orang lain menambah pengetahuan hingga wawasannya.



Tapi, ada kalanya kebanggaan itu tidak menjadi sebuah kepuasan. Kepuasan yang aku cari disini bukan sekedar kepuasan ketika tulisan aku menjadi sebuah ilmu baru bagi orang-orang.

Aku masuki dunia jurnalistik memiliki tujuan, ketika hidup di jurnalistik aku harus menghadapi orang-orang berbagai level, pengetahuan hingga kriteria. Tentu, aku harus banyak belajar untuk mengimbangi permasalahannya. Ketika aku harus wawancara soal hukum, aku belajar hukum. Aku harus wawancara ekonomi, aku harus belajar ekonomi dan sebagainya.



Dari aktivitas ini, aku juga menyadari dan ingin sekali merasakan, betapa indahnya ketika usia tua aku bisa membaca kembali perjuanganku di masa muda. Bisa dengan Diary yang aku kumpulkan, bisa dengan tulisan-tulisan berita yang aku buat dan dimuat ke web. Atau yang lainnya.

Kira-kira bagaimana ketika aku hendak menidurkan anakku kelak dengan kisah-kisah aku sendiri dan terdokumenter. Ya walaupun mungkin, website tempat aku menulis hari ini sudah ditutup, yang namanya konten sudah masuk BigData tidak akan pernah hilang. Masih bisa diakses dengan cara tertentu.

“Dokumentasikan-lah hari ini agar dimasa depan anak-cucumu melihat” itu saja semoga menjadi motivasi.


Bagikan dengan:
__Terbit pada
24/06/2021
__Kategori
Ngotak