solahudin.com

Melihat Rusaknya Partai Demokrat Akibat Ulah Bukan Kader

Bagikan dengan:

Selamat atas terpilihnya Bapak Moeldoko menjadi Ketua Umum Part 2, Partai Demokrat berdasarkan hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat yang dilaksanakan Jumat, 5 Maret 2021 lalu di Deli Serdang Sumut.

Belum ada data persis terkait berapa jumlah suara yang didapatkan oleh Bapak Moeldoko pada KLB Partai Demokrat itu. Yang pasti dari total 500an Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Demokrat hanya 30an DPC yang hadir dalam KLB Partai Demokrat. Berharap tidak ada yang Golput pada saat itu.

Tentu kejadian ini menjadi cermin untuk seluruh Parpol yang ada di Indonesia. Agar tidak ada lagi suasana Parpol yang memperkeruh arus informasi di Indonesia.

Masyarakat, sebelum adanya KLB Partai Demokrat yang diinisiasi oleh Jhon Allen Marbun, Marzuki Alie dkk sedang seru-serunya melihat tokoh Anti-Korupsi, Nurdin Abdullah kena OTT KPK hingga arti kata Gelay yang di ucapkan Nisa Sabyan. Sekarang, Google Discover dipenuhi orang-orang berbaju biru yang tidak ada badaknya mengeluarkan statment-statment dengan berbagai jutsu-nya.

Padahal, itu sama sekali tidak ada artinya di masyarakat. Masyarakat hanya ingin tau bagaimana caranya lolos seleksi Kartu Prakerja yang sudah mencapai Gelombang 14.

Andai orang-orang yang salah bisa sekejap sadar bahwa mereka salah dan mengakui kesalahannya, tapi itu semua mustahil. Masyarakat hanya bisa menonton bagaimana tingkah orang yang telah diusir dari jajaran Partai Politik menginisiasi kegiatan KLB hingga melakukan gugatan agar keanggotaanya dalam Partai itu balik lagi.

Lucu juga sih. Memang tidak ada anak yang nakal, kemudian di hapus dari kartu keluarganya. Penghapusan dari kartu keluarga itu membuat sia anak jadi ‘luntang-lantung’ karena administrasi pribadinya bodong.

Tapi itu tidak mustahil bagi kepengurusan Partai Politik, bahkan itu hal yang wajar dengan penilaian bentuk kenakalannya. Hingga akhirnya pemecatan orang-orang itu mempengaruhi pada karirnya sebagai anggota DPR.

Kalau sudah begini gimana? Ya tersendu-sendu, menangis dan bilang kalau dia dikhianati.

Mungkin itu aja sih pandangannya.


Bagikan dengan:
__Terbit pada
10/03/2021
__Kategori
Ngotak