Cyberbullying

Netizen Indonesia Sudah Paham Cyberbullying Belum? Ini Penjelasannya

Bagikan dengan:

“Apa yang ingin kamu ketahui dari Cyberbullying?” jika tidak memiliki pertanyaan seperti itu mungkin anda salah masuk kamar. Karena saya mencoba memberikan apa yang anda butuhkan. Biar nilai kemanfaatan dari tulisan ini bisa benar-benar didapatkan.

Dalam postingan yang diunggah UNICEF beberapa waktu lalu, pertanyaan diatas sudah ditanggapi oleh ribuan hingga jutaan pemuda (pegiat internet) di seluruh dunia.

UNICEF sendiri telah mengumpulkan spesialis hingga pakar Cyberbullying dan perlindungan anak, pegiat pencegahan Cyberbullying, serta bekerja sama dengan Facebook, Instagram, dan Twitter untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dan memberikan saran tentang cara untuk menghadapi Cyberbullying.

Lalu apa artinya Cyberbullying itu? Cyberbullying (perundungan dunia maya) ialah bullying/perundungan dengan menggunakan teknologi digital.

Hal ini dapat terjadi di media sosial, platform chatting, platform bermain game, dan ponsel. Adapun menurut Think Before Text, Cyberbullying adalah perilaku agresif dan bertujuan yang dilakukan suatu kelompok atau individu, menggunakan media elektronik, secara berulang-ulang dari waktu ke waktu, terhadap seseorang yang dianggap tidak mudah melakukan perlawanan atas tindakan tersebut.

Jadi, terdapat perbedaan kekuatan antara pelaku dan korban. Perbedaan kekuatan dalam hal ini merujuk pada sebuah persepsi kapasitas fisik dan mental.

Cyberbullying merupakan perilaku berulang yang ditujukan untuk menakuti, membuat marah, atau mempermalukan mereka yang menjadi sasaran. Contohnya termasuk:

  1. Menyebarkan kebohongan tentang seseorang atau memposting foto memalukan tentang seseorang di media sosial
  2. Mengirim pesan atau ancaman yang menyakitkan melalui platform chatting, menuliskan kata-kata menyakitkan pada kolom komentar media sosial, atau memposting sesuatu yang memalukan/menyakitkan
  3. Meniru atau mengatasnamakan seseorang (misalnya dengan akun palsu atau masuk melalui akun seseorang) dan mengirim pesan jahat kepada orang lain atas nama mereka.
  4. Trolling – pengiriman pesan yang mengancam atau menjengkelkan di jejaring sosial, ruang obrolan, atau game online
  5. Mengucilkan, mengecualikan, anak-anak dari game online, aktivitas, atau grup pertemanan
  6. Menyiapkan/membuat situs atau grup (group chat, room chat) yang berisi kebencian tentang seseorang atau dengan tujuan untuk menebar kebencian terhadap seseorang
  7. Menghasut anak-anak atau remaja lainnya untuk mempermalukan seseorang
  8. Memberikan suara untuk atau menentang seseorang dalam jajak pendapat yang melecehkan
  9. Membuat akun palsu, membajak, atau mencuri identitas online untuk mempermalukan seseorang atau menyebabkan masalah dalam menggunakan nama mereka
  10. Memaksa anak-anak agar mengirimkan gambar sensual atau terlibat dalam percakapan seksual.

Bullying secara langsung atau tatap muka dan Cyberbullying seringkali dapat terjadi secara bersamaan.

Namun Cyberbullying meninggalkan jejak digital – sebuah rekaman atau catatan yang dapat berguna dan memberikan bukti ketika membantu menghentikan perilaku salah ini.

Sumber: UNICEF


Bagikan dengan:
__Terbit pada
18/03/2021
__Kategori
Ngotak