Chess.com Dewa Kipas

Polemik Pecatur Dewa Kipas Yang Mengalahkan GothamChess

Bagikan dengan:

Chess.com memblokir akun Dewan Kipas bukan atas dorongan dari laporan penggemar atau GothamChess

Polemik Dadang Subur atau yang lebih dikenal dengan nama pecatur Dewa Kipas semakin ramai diperbincangkan oleh warganet ditambah lagi pasca diundangnya Dewa Kipas ke Podcast-nya Deddy Corbuzier.

Polemik Dewa Kipas ini tak terlepas dengan kejadian setelah Dewa Kipas berhasil mengalahkan pecatur dunia bernama Levy Rozman atau yang dikenal dengan GothamChess.

Pertandingan Catur antara Dewa Kipas dengan GothamChess itu, sebagai mana kita ketahui dilakukan di situs Chess.com.

Sebelum berlanjur penulis ingin Disclaimer dulu. Tulisan ini dikuti penulis dari Detik.com yang berjudul Chess.com Tegaskan Dewa Kipas Berbuat Curang.

Memang, katanya akhir-akhir ini Dewa Kipas sering mendapat serangan berupa Cuap-cuap dari sejumlah netizen terlebih dari Fans nya GothamChess.

Serangan ini ditujukan kepada Dewa Kipas lantaran Dewa Kipas diduga terindikasi adanya kecurangan yang melanggar aturan fair play di situs Chess.com. Bahkan hingga akun Dewa Kipas sendiri diblokir.

Melalui akun Twitter resmi Chess.com, mereka memberikan menge-tweet dan memberi penjelasan terkait pemblokiran akun Dewa Kipas. Chess.com memblokir akun Dewan Kipas bukan atas dorongan dari laporan penggemar atau GothamChess. Hal ini dilakukannya berdasarkan data yang sudah di ulas oleh tim Fair Play.

Tim Fair Play ini terdiri dari tujuh orang, tidak bergerak seperti moderator namun sebagai ilmuwan data. Ketika Chess.com mendengar mengenai dugaan tindak kecurangan dan pelaporan pemain, peringatan dari algoritma yang digunakan tim Fair Play untuk membantu membuat keputusan pelarangan. Secara internal, mereka disebut ‘detektif cheat’, dan mereka sudah menutup ribuan akun Chess.com selama ini.

Menurut Danny Rensch, Chief Operating Officer (COO) Chess.com, sekaligus Master Catur Internasional, bahwa kasus Dewa Kipas merupakan mutlak sebuah kecurangan.

“Kasus Dewa Kipas adalah mutlak sebuah kecurangan,” ujarnya seperti dilansir dari Wired.com dilaman Detik.com, Selasa (16/3/2021).

Lebih dari lusinan laganya ditetapkan oleh Chess.com sebagai permainan yang dihasilkan sebuah mesin catur pada tingkat yang tidak mungkin dilakukan oleh manusia. Bahkan akurasinya lebih tinggi daripada pemain catur peringkat atas Indonesia, Grandmaster Susanto Megaranto dengan 94,4 hingga 95,3 persen.

Rensch juga selalu mengingatkan pemain top bahwa mereka adalah manusia yang memiliki emosional dan seorang pesaing. Hal paling netral di sini yakni algoritma. Walaupun tidak sempurna, namun sistem tersebut mengurangi kecurangan pada setiap laga.

“Dalam memutuskan sesuatu, kami bertindak tanpa emosi dan tujuan untuk melindungi integritas permainan,” kata Rensch.

Ali Akbar dan Dadang Subur mengatakan mereka mempersilahkan Master Catur Indonesia untuk datang ke rumahnya. Sehingga Dadang Subur dapat bermain dengan mereka dan ditayangkan secara langsung di depan kamera untuk pemirsa berita nasional. Subur pun merasa yakin kalau dirinya akan menang.

Sebelumnya dalam diskusi virtual yang diadakan Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) pada Jumat (12/3/2021), telah dibahas anomali pada permainan Dewa Kipas.

Pengamat catur dan pakar IT, Heri Darmanto mengatakan ada perubahan grafik permainan Dewa Kipas yang tadinya normal naik turun, menjadi selalu berada di puncak sejak 22 Februari sampai akhirnya di-banned. Akurasi Dewa Kipas sejak 22 Februari selalu di atas 90%, yang dinilai para member Chess.com sebagai indikasi kecurangan.

Ketika dikonfirmasi Detik.com, Ali Akbar sebagai putra Dewa Kipas yang nama aslinya Dadang Subur, membantah ayahnya berbuat curang. Ayahnya adalah pemain catur sejak muda.

Sumber: Detik.com


Bagikan dengan:
__Terbit pada
16/03/2021
__Kategori
Ngulas