Corona B117

Waspada, Ini Gejala Corona B117 Varian Baru Covid-19

Bagikan dengan:

Virus Corona B117 atau dengan nama lain disebut juga 20I/501Y.V1 atau Variant of Concern 202012/01 (VOC-202012/01) atau dikenal luas sebagai varian Inggris, kabarnya sudah masuk negara Indonesia.

Virus Corona B117 adalah sebuah varian dari SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan penyakit penyakit koronavirus 2019 (Covid-19). Varian ini adalah salah satu dari beragam varian yang dianggap penting yang diperkirakan 40%–80% lebih mudah menular daripada varian asalnya.

Varian Corona B117 ini ditemukan pada bulan November 2020 dari sampel yang diambil pada September 2020 selama pandemi Covid-19.

Pada Rabu (3/3/2021) di Karawang, Jawa Barat media mengabarkan adanya warga Karawang yang terpapar oleh virus Corona B117.

“Varian baru virus Corona diberitakan sudah ada di Indonesia, masuk di Karawang,” kata Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil di RSP Unpad, Kota Bandung, Rabu (3/3/2021).

Gejala Corona B117

Seperti dijelaskan sebelumnya, virus Corona B117 ini akan cepat menyabar dibanding virus Corona jenis NCoV-19 atau Covid-19.

Berikut beberapa Gejala yang akan dirasakan korban Corona B117:

1. Sakit kepala yang berulang-ulang

Dikutip dari Cosmopolitan, Dr Dominic Pimenta yang merupakan ahli jantung dari London mengatakan sebanyak 70 persen pasien Covid-19 mengalami ciri-ciri sakit kepala.

Meskipun bukan termasuk gejala atau ciri-ciri yang khas dari Covid-19, jika sakit kepala terus terjadi berulang-ulang perlu diwaspadai. Bisa jadi itu ciri-ciri atau gejala awal dari Covid-19 dan segera lakukan tes Corona untuk memastikannya.

2. Kadang merasa sesak napas

Berdasarkan studi yang dipublikasi di JAMA, ciri-ciri orang yang terinfeksi Corona bisa mengalami sesak napas. Gejala ini bisa bertahan lama dan mungkin disebabkan karena adanya peradangan yang berlangsung cukup lama di paru-paru.

“Kalau sudah begini, mungkin penyakit yang kamu alami sebelumnya adalah Covid,” kata dokter spesialis penyakit menular dari Vanderbilt University School of Medicine Dr William Schaffner, MD.

3. Nyeri dada

Nyeri dada juga bisa menjadi gejala atau ciri-ciri orang terkena virus corona. Hal ini dialami salah satu pasien Corona, Kerrie Noth yang sudah dirawat selama 36 hari.

Ia mengaku sering merasakan seperti terbakar dan muncul rasa kesemutan di area sekitar dada dan lehernya. Selain itu, jantungnya juga sering berdebar-debar hingga muncul rasa tidak nyaman yang cukup ekstrim di bagian dada dan tulang rusuk.

4. Batuk

Dalam penelitian JAMA, sejumlah pasien melaporkan mengalami gejala batuk yang berkepanjangan. Menurut para ahli, ciri-ciri orang terkena virus corona mengalami batuk kering, tidak ada dahak atau lendir.

Berdasarkan data Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC), menunjukkan ada sebanyak 43 persen pasien Covid-19 yang bisa mengalami batuk selama 14-21 hari setelah terinfeksi.

5. Flu parah

Ciri-ciri seseorang terinfeksi Corona lainnya adalah mengalami flu yang parah. Dalam penelitian dari University of Texas, para ahli menganalisis hasil swab orang yang dicurigai mengalami flu pada musim dingin akhir 2019 di AS.

Hasilnya, ditemukan setiap dua kasus flu di negara tersebut, salah satunya Covid-19. Melihat ini, para ahli yakin Covid-19 mungkin mulai menyebar di AS sejak akhir tahun 2019.

Meski begitu, dokter spesialis penyakit menular dari Vanderbilt University School of Medicine Dr William Schaffner, MD, mengatakan sulit untuk membedakan antara flu dan Covid-19 tanpa melakukan tes. Tetapi, flu biasanya tidak menyebabkan sesak napas, sakit kepala, atau gejala gastrointestinal.

6. Muntah dan diare

Mual, muntah, dan diare juga bisa jadi ciri-ciri orang terkena virus corona. Meski jarang, umumnya pasien yang mengalami ciri-ciri atau gejala ini juga disertai dengan gejala khas Covid-19 lainnya.

Dari pasien Covid-19 yang ada, hanya ada 4 persen yang didiagnosis positif Covid-19 dengan gejala muntah dan diare saja tanpa adanya ciri-ciri seperti demam dan sebagainya.

7. Kelelahan

Ciri-ciri orang terkena virus corona juga diketahui merasa kelelahan yang kronis, tentunya diikuti gejala lainnya. Menurut studi yang dipublikasi di JAMA, gejala ini yang paling bertahan lama setelah seseorang terinfeksi Covid-19.

Mereka menemukan ada sebanyak 53 persen pasien yang mengalami kelelahan selama 60 hari setelah mengalami gejala Covid-19.

8. Mudah lupa

Salah satu ciri-ciri orang yang terinfeksi virus Corona adalah bisa mudah lupa. Hal ini disebut-sebut berkaitan dengan jangka panjang pasien Corona pasca terpapar, bahkan bisa mengalami depresi, insomnia, parkinson, hingga kehilangan ingatan, demikian dijelaskan Direktur medis NeuroGrow Brain Fitness Center di Virginia Utara dr Majid Fotuhi.

Di sisi lain, pedoman klinis yang diterbitkan The University of Lausanne Hospital di Revue Medicale Suisse menyebut kondisi mudah lupa pada pasien Corona umumnya disertai demam hingga masalah pencernaan, yang menjadi penyebab mudah lupa pada pasien Covid-19 akibat oksigen dalam otak.

9. Sakit tenggorokan

Meskipun bukan gejala khas Covid-19, sakit tenggorokan juga dialami oleh orang-orang yang terinfeksi virus Corona. Faktanya, ada sebanyak 52,9 persen orang yang terinfeksi bisa mengalami gejala ini.

10. Kehilangan kemampuan indra penciuman dan perasa (anosmia)

Ciri-ciri orang terkena virus corona yang saat ini sering terjadi adalah kehilangan kemampuan indra penciuman dan perasa (anosmia). Pakar penyakit menular Dr Amesh A Adalja, MD, juga mengatakan ciri-ciri ini sangat berkaitan dengan infeksi virus Corona.

Berdasarkan data awal American Academy of Otolaryngology-Head and Neck Surgery (AAO-HNS), sebagian besar orang yang terinfeksi virus Corona membutuhkan waktu selama 10 hari sampai gejala ini membaik.

Namun, tak sedikit ahli dan bukti yang menyatakan bahwa gejala anosmia ini bisa berlangsung lebih lama hingga berbulan-bulan pasca pasien sembuh dari Covid-19.


Bagikan dengan:
__Terbit pada
03/03/2021
__Kategori
Ngulas